google-site-verification=40Fbao3OflKFqwGcTzNp4dD0oWw_HCMyoPMw8SojQcQ android

Wednesday, March 5, 2008

Mundur ??? Ya .. Mundur Saja !!

Persebaya sepertinya tidak henti-hentinya di rundung masalah internal. Setelah sempat reda dan bahkan dalam pemberitaan di kabarkan bahwa pembentukkan status menjadi PT sudah hampir final,

bahkan investor sudah hampir di pastikan masuk dan tinggal pembeberan program kerjanya dan ini sudah sering di gembar-gemborkan oleh Arif Afandi. Tetapi nyatanya Arif sendiri malah mundur secara mengejutkan. Sebetulnya apa yang sedang terjadi dengan internal Persebaya ? Benarkah bahwa perubahan status menjadi PT justru faktor penghambatnya dari internal sendiri dalam hal ini Klub-klub anggota Persebaya ? atau Arif Afandi sendiri yang justru kurang transparansi tentang program kerjanya kepada klub-klub anggota, sehingga hal inipun sering di pertanyakan oleh klub. Kalau kita amati selama ini Arif Afandi memang selalu melontarkan komentar - komentar yg sering menimbulkan tanda tanya alias "nggak jelas", termasuk soal siapa sebetulnya investor yg dia janjikan. Kemudian soal anggota-anggota klub sendiri, benarkah mereka yg menghalang-halangi tentang rencana perubahan status menjadi PT ?. Saya yakin mereka mendukung penuh, hanya saja mereka juga butuh penjelasan secara kongkrit juga bagaimana status mereka selanjutnya jika status Persebaya menjadi PT. Semoga cobaan ini segera berakhir dan yang paling penting disaat-saat seperti ini lah justru bakal muncul pemimpin baru Persebaya yang bener-bener ingin memajukan Persebaya. Soal kemunduran Arif biarkan saja, karena dari awal toh dia juga tidak becus memimpin persebaya, terbukti Persebaya terseok-seok di papan bawah. Persebaya juga telah kehilangan karakternya.

OK Pak Arif selamat tinggal dan terima kasih dengan sandiwara-sandiwaramu, mungkin lebih baik anda mengurusi warga masyarakat saja sesuai statusmu sebagai Wakil Walikota. Persebaya butuh Pemimpin yg total dan tahu betul urusan soal bola, bukan pemimpin yang cengeng dan Manja.

Sunday, March 2, 2008

Bukti Kebesaran Bonek


Di negeri tetangga, saat ini lagi ramainya dimana telah di putar sebuah film yg konon adalah sebuah represent yang tentunya tidak hanya menggambarkan sebuah kelompok suporter yg selama ini di cap sebagai suporter cinta damai dan anti anarkis,

tapi juga menggambarkan apa dan siapa sih sesungguhnya mereka. Ini tentunya tidak main-main krn kapanpun film ini tentunya akan jadi pegangan buat generasi-generasi mereka. Tapi patut di sayangkan jika sebuah film yg sebetulnya pantas untuk dimiliki oleh siapa saja yg mengaku suporter Bola di Tanah Air, tidak terkecuali Bonek. Isinya mengandung suatu hujatan yg tentunya sangat tidak pantas untuk di tiru oleh generasi manapun di negeri ini. Sebelum beredarnya film ini sebetulnya cerita tentang film ini sudah sering ditulis di beberapa milis maupun situs-situs bola di tanah air. Yang terbayang adalah bagaimana suporter negeri tetangga akan menunjukkan eksistensinya, kreatifitasnya dalam tribun dan tentu nyanyian-nyanyian positif yg membangkitkan spirit dan semangat buat siapapun yg menontonnya. Tokoh utama yg menjadi simbol dalam film tsb adalah Yuli Sumpil, dengan diikuti oleh kaum-kaumnya di tribun stadion bagaimana bersemangatnya berteriak.. Bonek-bonek.... J^&*&*&*K. Apakah memang sudah tidak ada lagi kebanggan dari suporter tsb selain hanya memaki ? apakah pantas film seperti dijadikan sejarah dan pantas dimiliki oleh generasi-generasi muda suporter Indonesia ? bahkan oleh generasi 'Aremania' ? bagaimana orang tuanya kelak membeberkan kepada anak-anak mereka, generasi mereka bahwa ini lah citra suporter cinta damai, tapi isinya hanya hujatan ? dan bagaimana juga generasi-generasi mudah bonek kelak dengan menyikapi film tsb ? apakah sudah menjadi keharusan bahwa antara suporter Persebaya (Bonek) dan Aremania memang di kulturkan untuk selalu bermusuhan selamanya ?. Sekali lagi kita cuman butuh kejujuran dan kedewasaan untuk saling menghormati.

Sekali lagi buat Bonek, hehe... ini semakin menunjukkan bahwa betapa besarnya kita ini, kita disegani kawan maupun lawan kita. Mereka tidak cukup untuk menghujat di lapangan dan tribun saja, tapi mereka perlu membuat film untuk mendokumentasikan ini bahwa begitu besarnya arti 'Bonek' buat mereka. Barangkali mereka sudah tidak punya cara lagi selain dengan hujatan-hujatan thd Bonek.

Sekali lagi terima kasih buat pembuat film : Andi Bachtiar Yusuf (Seorang Jakmania) yg sudah menciptakan jurang yg semakin terjal di antara suporter- suporter di Jawa Timur khususnya Bonek dan Aremania. (Rama Prasetyo - Bonek)