Surabaya - Peluang Persebaya untuk bisa tampil di ajang Super Liga kian terbuka.
Hal ini seiring dengan datangnya surat tawaran dari Badan Liga Indonesia bernomor 045/SEKR/BLI/IV-2008 yang ditandatangani ketua BLI Andi S Darusasalam Tabusalla pada 7 April lalu bahwa memberi kesempatan bagi Persebaya untuk mengajukan surat permohonan sebagai klub profesional yang akan diverifikasi oleh BLI.
Dan jika lolos, maka klub yang mengajukan bakal dinominasikan sebagai klub pengganti peserta Liga Super yang tidak lolos verifikasi.
"Kita memang diminta BLI untuk mengajukan permohonan untuk diverifikasi sebagai klub profesional," terang Akhmad Munir, Sekretaris Umum Klub Persebaya di mess Persebaya, Rabu (9/4/2008).
Perlu diketahui, dalam surat penawaran tersebut, kabarnya sangat terbatas bagi tim eks Divisi Utama musim lalu yang dianggap sangat prospektif memenuhi lima persyaratan BLI seperti infrastruktur, Personel dan administrasi, badan hukum, finansial dan tim pendukung (U-21).
Bahkan, selain Persebaya, tim lain yang kemungkinan juga mendapatkan surat penawaran tersebut adalah Persis Solo, PSIS Semarang, PKT Bontang dan PSS Sleman.
Kelima tim ini dipilih karena memiliki infrastruktur yang lebih lengkap.
Jika berminat, Persebaya diminta untuk mengisi formulir kesediaan dan dikirim ke BLI paling lambat 20 April mendatang.
Selanjutnya, BLI akan lakukan proses verifikasi mulai 23 April hingga 7 Mei dan diumumkan paling lambat pada pertengahan Mei mendatang.
"UNtuk persyaratan, saat ini memang tidak main-main. Soalnya AFC sendiri yang lakukan pendampingan. Kalau dilanggar, bisa jadi tim Indonesia nanti tak akan bisa tampil di Liga Champions Asia," terang Munir.
Sejauh ini, Persebaya belum menentukan sikap. Dijelaskan Munir, pihaknya masih akan lakukan koordinasi lagi dengan ketua umum dan jajaran pengurus serta manajemen tim. Semua akan ditimbang lebih dulu plus minusnya sebelum melangkah.
Namun Munir memastikan, ada atau tidaknya tawaran ini, pihaknya mengaku tetap akan melangkah untuk memenuhi kualifikasi sebagai klub profesional.
Dan tugas ini sudah diamanatkan kepengurusan baru yang salah satunya dengan membentuk tim perumus badan hukum Persebaya.
"Tanpa tawaran ini pun kita sudah melangkah. Hanya saja, waktunya memang akan dibikin longgar," paparnya(beritajatim)
Wednesday, April 9, 2008
Persebaya Undang Dahlan Iskan Diskusi
Surabaya - Tekad Pengcab PSSI Surabaya untuk memotori adanya perubahan di tubuh PSSI semakin tidak terelakan.
Pasalnya, selain akan mengumpulkan Pengcab PSSI se-Jatim, PSSI Surabaya juga akan mengemas acara pertemuan tersebut dalam bentuk sebuah diskusi dengan tujuan berbagi ruang untuk menyelamatkan dan sepakbola Indonesia agar lebih baik.
Hal ini seperti yang dikatakan Sekretaris Umum PSSI Surabaya, Akhmad Munir jika acara tersebut rencananya akan digelar Kamis (17/4/2008) mendatang di Rumah Makan Taman Sari
"Tema diskusi nanti adalah Quo Vadis Sepakbola Indonesia. Dan untuk pembicaranya, kita berkeinginan Pak Dahlan (Dahlan Iskan, CEO Jawa Pos Group) bisa tampil sebagai tokoh kunci dalam diskusi nanti," terang Munir kepada wartawan di mess Persebaya, Rabu (9/4/2008).
Selain Dahlan Iskan, sederet tokoh sepakbola nasional seperti Joko Driyono wakil BLI, ketua PSSI Jatim, Haruna Soemitro dan Mantan manajer Arema Malang Satrija Budi Wibawa yang mewakili klub juga akan diundang sebagai pembicara dalam diskusi tersebut.
Oleh sebab itu, rencana tersebut kian dimatangkan dengan berkomunikasi secara langsung dengan tokoh kunci agar untuk bisa hadir dalam diskusi tersebut.
Rencananya, lanjut Munir, dalam diskusi tersebut, PSSI Surabaya akan mengundang sebanyak 150 peserta yang melibatkan Pengcab, klub LIga Super, Divisi Utama dan suporter.
Disinggung apakan forum diskusi tersebut akan dijadikan motor sebagai penggerak Munaslub, Munir belum bisa memastikan.
"Kita serahkan saja semuanya pada forum. Seperti apa enaknya. Yang jelas, dengan kehadiran para pembicara dari banyak unsur kita harapkan bisa memperkaya wacana yang hadir," ungkapnya.
Yang jelas, lanjut Munir, diskusi tersebut diharapkan bisa menjadi ajang tukar pikiran dan jalinan kesepahaman dalam mencermati kondisi sepakbola nasional saat ini.
"Sinyal FIFA untuk PSSI saat ini sudah lampu merah. Jadi, sudah saatnya bagi kita untuk menyelamatkan," ujarnya.
Seperti diketahui, FIFA telah mengulatimatum PSSI agar bisa mengubah AD/ART yang sesuai statuta FIFA hingga batas waktu 5 Mei. Sedangkan untuk pengurus, harus ada perubahan hingga awal Agustus mendatang (beritajatim)
Pasalnya, selain akan mengumpulkan Pengcab PSSI se-Jatim, PSSI Surabaya juga akan mengemas acara pertemuan tersebut dalam bentuk sebuah diskusi dengan tujuan berbagi ruang untuk menyelamatkan dan sepakbola Indonesia agar lebih baik.
Hal ini seperti yang dikatakan Sekretaris Umum PSSI Surabaya, Akhmad Munir jika acara tersebut rencananya akan digelar Kamis (17/4/2008) mendatang di Rumah Makan Taman Sari
"Tema diskusi nanti adalah Quo Vadis Sepakbola Indonesia. Dan untuk pembicaranya, kita berkeinginan Pak Dahlan (Dahlan Iskan, CEO Jawa Pos Group) bisa tampil sebagai tokoh kunci dalam diskusi nanti," terang Munir kepada wartawan di mess Persebaya, Rabu (9/4/2008).
Selain Dahlan Iskan, sederet tokoh sepakbola nasional seperti Joko Driyono wakil BLI, ketua PSSI Jatim, Haruna Soemitro dan Mantan manajer Arema Malang Satrija Budi Wibawa yang mewakili klub juga akan diundang sebagai pembicara dalam diskusi tersebut.
Oleh sebab itu, rencana tersebut kian dimatangkan dengan berkomunikasi secara langsung dengan tokoh kunci agar untuk bisa hadir dalam diskusi tersebut.
Rencananya, lanjut Munir, dalam diskusi tersebut, PSSI Surabaya akan mengundang sebanyak 150 peserta yang melibatkan Pengcab, klub LIga Super, Divisi Utama dan suporter.
Disinggung apakan forum diskusi tersebut akan dijadikan motor sebagai penggerak Munaslub, Munir belum bisa memastikan.
"Kita serahkan saja semuanya pada forum. Seperti apa enaknya. Yang jelas, dengan kehadiran para pembicara dari banyak unsur kita harapkan bisa memperkaya wacana yang hadir," ungkapnya.
Yang jelas, lanjut Munir, diskusi tersebut diharapkan bisa menjadi ajang tukar pikiran dan jalinan kesepahaman dalam mencermati kondisi sepakbola nasional saat ini.
"Sinyal FIFA untuk PSSI saat ini sudah lampu merah. Jadi, sudah saatnya bagi kita untuk menyelamatkan," ujarnya.
Seperti diketahui, FIFA telah mengulatimatum PSSI agar bisa mengubah AD/ART yang sesuai statuta FIFA hingga batas waktu 5 Mei. Sedangkan untuk pengurus, harus ada perubahan hingga awal Agustus mendatang (beritajatim)
Subscribe to:
Posts (Atom)