Dulu saya juga pernah jadi Bonek, Apalagi Gelora tambaksari bukan lah tempat yg asing buat saya. Suatu ketika saya merasakan atmosfer pertandingan yg luar biasa ketika Persebaya melawan Persija dan Persebaya Juara LI untuk kedua kalinya. Saya pun bermimpi bahwa "Suatu hari pun, giliran orang yg akan menonton saya di lapangan ini".. yg kala itu si kecil Andik sudah masuk di klub muda persebaya.
Kini nama Andik sudah menjadi semakin bersinar diantara pemain-pemain senior Persebaya. Tak ada yang mengingkari bahwa Andik Vermansyah, pemain belia hasil pembinaan Persebaya, menjadi bintang dalam pertandingan Green Force melawan Persigo Gorontalo, Sabtu (1/11/2008).
Diturunkan menggantikan pemain gaek Putu Gede yang cedera pada babak kedua, Andik tak ubahnya 'teroris' bagi Persigo. Kecepatannya meliuk-liuk meneror pertahanan tim tersebut. Tak ada jalan lain. 'Sang teroris' harus dihentikan dengan pelanggaran.
Aksi Andik membuat Bonek terhibur. Saat Andik membawa bola, namanya diteriakkan. Bahkan, saat pemain lawan melibasnya dengan keras, penonton langsung berdiri dan berteriak keras: 'Heeeei...", sembari mengacungkan jemari meminta wasit mengeluarkan kartu.
"Andik koyok Lionel Messi, cuk," seru seorang Bonek berkacamata. Gol perdananya yang indah untuk Persebaya membuat Bonek berharap Andik diberi kesempatan lebih banyak untuk bermain dari menit awal.
Para Bonek agaknya sudah menemukan idola baru, jika kelak Sugiantoro lengser. Selama ini, Sugiantoro menjadi ikon Persebaya karena pemain asli binaan klub.
Kini ada Andik, yang semakin menegaskan posisi Persebaya sebagai klub pencetak pemain berbakat yang produktif. Andik semakin dekat dengan para Bonek, karena pemain muda ini juga bagian dari Bonek, komunitas pendukung berat Persebaya.
Saturday, November 1, 2008
Persebaya Lindas Persigo Lima Gol Tanpa Balas
Surabaya - Persebaya kembali melanjutkan tren positifnya kala menghadapi Persigo Gorontalo, Sabtu (1/11/2008) di Stadion Gelora 10 Nopember. Anak asuh Freddy Muli ini berhasil menggulung Persigo dengan skor telak 5-0.
Semenjak babak pertama berjalan sembilan menit Persebaya sudah unggul melalui tendangan luar kotak penalti oleh pemain impornya, Javier Roca yang berhasil mengecoh kiper Persigo, Muchtar Ade.
Unggul satu bola membuat anak-anak Bajul Ijo semakin gencar melakukan penyerangan. Salah satunya ketika pertandingan memasuki menit 39. Berawal dari pergerakan Taufik dari sisi kiri pertanana lawan, Jairon berhasil mengelabuhi pemain belakang untuk mengirimkan umpan ke Andi Odang, sayang Mochtar Ade dengan sigap menghalau bola.
Babak kedua Persebaya melakukan pegantian kiper, Endra Prasetya yang mengalami masalah di babak kedua ditarik dan digantikan kiper gaek, Kurnia Sandi. Tak berselang lama, gantian I Putu Gede yang ditarik keluar karena mengalami cedera dan digantikan Andik Vermansyah.
Masuknya Andik membuat serangan Pesebaya semakin hidup. Hasilnya memasuki menit ke-65, berasal dari tendangan bebas yang dilakukan Roca, Andi Odang yang lolos dari pengawalan behasil menyundul bola dan menggandakan skor menjadi 2-0.
Sepuluh menit beselang, pergerakan Mat Halil yang meneruskan umpan dari Odang berhasil menambah kedudukan menjadi 3-0. Tak mau ketinggalan dengan seniornya, melalui tendangan dari luar kotak penalti dimenit 82, Andik Vermansyah berhasil mencetak gol pertamanya besama Bajul Ijo.
Pesta Persebaya ditutup kala heading Jairon yang menerima umpan Roca, berhasil menjebol jala Muchtar Ade. Hingga pluit panjang dibunyikan skor 5-0 untuk kemenangan Persebaya tetap bertahan
Semenjak babak pertama berjalan sembilan menit Persebaya sudah unggul melalui tendangan luar kotak penalti oleh pemain impornya, Javier Roca yang berhasil mengecoh kiper Persigo, Muchtar Ade.
Unggul satu bola membuat anak-anak Bajul Ijo semakin gencar melakukan penyerangan. Salah satunya ketika pertandingan memasuki menit 39. Berawal dari pergerakan Taufik dari sisi kiri pertanana lawan, Jairon berhasil mengelabuhi pemain belakang untuk mengirimkan umpan ke Andi Odang, sayang Mochtar Ade dengan sigap menghalau bola.
Babak kedua Persebaya melakukan pegantian kiper, Endra Prasetya yang mengalami masalah di babak kedua ditarik dan digantikan kiper gaek, Kurnia Sandi. Tak berselang lama, gantian I Putu Gede yang ditarik keluar karena mengalami cedera dan digantikan Andik Vermansyah.
Masuknya Andik membuat serangan Pesebaya semakin hidup. Hasilnya memasuki menit ke-65, berasal dari tendangan bebas yang dilakukan Roca, Andi Odang yang lolos dari pengawalan behasil menyundul bola dan menggandakan skor menjadi 2-0.
Sepuluh menit beselang, pergerakan Mat Halil yang meneruskan umpan dari Odang berhasil menambah kedudukan menjadi 3-0. Tak mau ketinggalan dengan seniornya, melalui tendangan dari luar kotak penalti dimenit 82, Andik Vermansyah berhasil mencetak gol pertamanya besama Bajul Ijo.
Pesta Persebaya ditutup kala heading Jairon yang menerima umpan Roca, berhasil menjebol jala Muchtar Ade. Hingga pluit panjang dibunyikan skor 5-0 untuk kemenangan Persebaya tetap bertahan
Subscribe to:
Posts (Atom)