google-site-verification=40Fbao3OflKFqwGcTzNp4dD0oWw_HCMyoPMw8SojQcQ android

Saturday, May 2, 2009

Makin Yakin Juara Wilayah

SURABAYA - Persebaya Surabaya berhasil menutup laga kandang terakhirnya dengan manis. Pada laga pemungkas yang dimainkan di Gelora 10 Nopember, Surabaya, kemarin (2/5), tim berjuluk Green Force itu berhasil membukukan kemenangan 2-0 (2-0) atas tamunya, Persis Solo.

Dua gol Persebaya disumbangkan Batoum Roger pada menit ke-2 dan Andi Oddang pada menit ke-39. Kemenangan tersebut membuat tim yang dilatih Arcan Iurie itu sukses mewujudkan ambisi sapu bersih poin kandang pada putaran kedua Divisi Utama Ligina 2008/2009 wilayah timur.

Bukan hanya itu, tiga poin yang diperoleh Endra Prasetya dkk pada laga tersebut membuat posisi mereka aman di puncak klasemen sementara. Bahkan, saat ini, mereka unggul tiga angka dari peringkat kedua, Persema Malang.

Pada waktu bersamaan, tim yang dilatih Subangkit itu kalah 1-2 saat melakoni away kontra Persibom Bolaang Mongondow. Saat ini, Persebaya mengemas 55 angka, sedangkan Persema masih 52. Dua tim tersebut sama-sama memainkan 24 laga. ''Kami bersyukur bisa kembali menang. Hasil itu membuat kami semakin yakin bisa menjadi juara wilayah timur,'' ungkap Ibnu Grahan, asisten pelatih Persebaya.

Persebaya mengawali laga melawan Persis dengan meyakinkan. Sejak kick-off, mereka langsung menggempur pertahanan tim berjuluk Laskar Samber Nyawa itu. Hasilnya, saat pertandingan baru memasuki menit ke-2, gawang Persis yang dikawal Wahyu Tri Nugroho sudah bobol lewat sepakan Batoum Roger. Penyerang asal Kamerun tersebut berhasil mencetak gol perdananya di Persebaya setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang lawan.

Gol cepat itu membuat para Bonekmania -sebutan pendukung Persebaya- melambungkan harapan bawha tim pujaannya akan berpesta gol. Tapi, memasuki pertengahan babak pertama, pasukan hijau justru mengendur. Jairon membuat penonton hampir bersorak andai saja tendangan saltonya tak membentur mistar gawang Persis.

Gol kedua akhirnya datang lewat aksi Andi Oddang pada menit ke-39. Sama seperti gol pertama, gol tersebut terjadi melalui kemelut. Setelah itu, sejumlah peluang kembali tak menemui sasaran. ''Saya akui, finishing anak-anak memang lemah. Andik (Vermansyah, Red) juga sedang off-day hari ini,'' terang Ibnu.

Sebaliknya, bagi Persis, kekalahan tersebut membuat posisi mereka kembali terancam degradasi. ''Hasil itu mengecewakan kami. Tapi, Persebaya memang bermain lebih bagus dan penuh semangat,'' papar Abraham, manajer Persis. Seusai laga tersebut, Persebaya masih memiliki dua laga sisa yang akan dimainkan di kandang lawan (jawapos.com)

Tuesday, April 28, 2009

Bonek Bule Dukung Persebaya

SUPORTER bondo nekat alias bonek ternyata tidak hanya datang dari Surabaya dan sekitarnya. Tapi, ada yang berasal dari Eropa. Itu tampak saat Persebaya Surabaya melakoni pertandingan home melawan PSS Sleman dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia di Stadion Gelora 10 Nopember, Surabaya, kemarin (28/4).

Di salah satu sudut tribun VIP tampak sejumlah wajah bule. Yang menarik, mereka juga mengenakan atribut Persebaya. Saat Persebaya mencetak gol, mereka ikut bersorak dan mengepalkan tangan ke udara. Tentu, mereka bukan bonek dari Surabaya.

''Kami adalah mahasiswa ekonomi dari VU Universiteit Amsterdam. Kami berada di Surabaya untuk melakukan riset bisnis,'' kata Chakir Bouichi, salah seorang di antara bonek bule itu, mewakili sebelas kawannya.

Cewek cantik berambut coklat dengan postur dan paras bak model tersebut mengaku tahu tentang Persebaya dari internet. Mereka kemudian memutuskan datang untuk menonton langsung. ''Awalnya, yang ingin nonton itu teman-teman cowok. Tapi, saya dan teman-teman cewek lainnya penasaran dan ikut nonton,'' ujaranya dalam bahasa Inggris.

Karena tak ingin sekadar datang dan nonton, mereka pun menyempatkan berbelanja atribut Persebaya. Sejumlah kaus, topi, dan syal mereka borong dari pedagang kaki lima yang mangkal di kawasan Tambaksari.

Tanpa atribut, sebenarnya para bule itu sudah menarik perhatian. Para lelaki tampil kasual dengan kostum Persebaya dan celana pendek bercorak army look. Para perempuan tampak eye catching dengan rambut blonde yang ditunjang wajah-wajah jelita khas Eropa. Mereka memadukan atasan Persebaya dengan rok bergaya bohemian atau hot pants.

Tak pelak, aksi para bonek bule tersebut menambah kehebohan suasana. Bahkan, panita pelaksana pertandingan Persebaya pun memanggil mereka turun ke lapangan untuk menerima penghargaan. ''Kami tak menyangka bisa disambut sehangat ini di sini. Ini sungguh luar biasa,'' ungkap Bouichi. Pada akhir laga, mereka juga mendapatkan bonus foto bareng pemain-pemain Persebaya