Selasa, 02 Maret 2010 15:45:31 WIB
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya (beritajatim.com) - Sepeninggal Anderson da Silva yang dicoret dari skuad Persebaya, posisi kapten Bajul Ijo kosong. Apalagi wakil kapten, Endra Pras yang berposisi sebagai kiper bukanlah pemain inti. Sebab posisi Pras mulai tergeser semenjak kedatangan mantan kiper Deltras Sidoarjo, Syaifudin.
Perdebatan tentang siapa kapten Persebaya selanjutnya mulai timbul. Dua nama sempat naik ke permukaan sebagai calon kapten baru, yakni Mat Halil dan Anang Ma'ruf. Dilihat dari segi usia, kedua pemain inilah sosok yang pas. Sebab keduanya merupakan pemain senior di Mes Karanggayam.
Tapi setelah dilakukan pengambilan suara yang melibatkan seluruh pemain. Akhirnya bukan nama Anang atau Halil yang terpilih sebagai kapten anyar Persebaya, melainkan John Tarkpor. Terpilihnya Tarkpor memang cukup mengejutkan. Selain usianya yang masih muda, mantan pemain Persitara Jakarta Utara itu tergolong baru di tim. Dia baru bergabung dengan Bajul Ijo awal musim ini.
Tapi pelatih Persebaya, Rudy William Keeltjes punya pendapat sendiri. ''Saya mau maksimalkan dia. Saya tahu dia bisa ngayomi dan dia disenangi pemain lain. Kita cari orang yang kuat main 90 menit,'' ungkap Rudy kepada beritajatim.com, Selasa (2/3/2010).
Selain itu, Tarkpor juga pernah ditunjuk sebagai kapten saat Bajul Ijo tandang ke markas Persema Malang lalu. Sedangkan sebagai wakil kapten, pemain menunjuk Mat Halil. Keputusan menunjuk Halil sebagai wakil kapten juga bukan tanpa alasan. Meski sebenarnya Persebaya masih punya Anang Ma'ruf, tapi Halil dianggap sosok yang mudah berbaur dan tentunya disegani dan disenangi pemain lain.
''Sebenarnya saya mau kasih ke Juan (Marcelo). Sebab saya lihat posisinya sangat pas,'' tutup mantan pelatih Persipura Jayapura dan Persijap Jepara itu.(sya/eda)
sumber : beritajatim.com
Tuesday, March 2, 2010
Monday, March 1, 2010
Pulang Malam, Gaji Pemain Persebaya Dipotong Rp 500 Ribu
Senin, 01 Maret 2010 19:16:17 WIB
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya (beritajatim.com) - Pelatih anyar Persebaya, Rudy William Keeltjes benar-benar menerapkan kedisiplinan kepada anak buahnya.
Tak tanggung-tanggung, dirinya sampai hati untuk memotong gaji apabila ada pemainnya yang melanggar aturan yang sudah disepakati.
Rudy yang ditemui usai memimpin latihan sore, Senin (1/3/2010) mengatakan, dirinya tadi pagi sudah melakukan pertemuan dengan seluruh pemainnya. Dalam pertemuan itu ada beberapa hal yang sudah disepakati, baik tim pelatih maupun pemain. Dari beberapa kesepakatan itu beberapa hal menyangkut kedisiplinan.
''Saya sudah bertemu dengan pemain. Topik yang kita bicarakan banyak. Saya dengar banyak unek-unek mereka,'' kata Rudy.
Salah satu kesepatakannya adalah, pemain dilarang memasukkan orang asing ke dalam mess. Selain itu, sudah disepakati bahwa jam malam Persebaya adalah pukul 22.30. Kalau terlambat satu menit saja, maka pemain harus rela gajinya dipotong Rp 500 ribu. ''Termasuk pelatih. Nanti saya juga buat jadwal piket untuk pelatih,'' papar Rudy.
Tak hanya itu, saat latihan, pemain juga harus patuh dengan waktu. Untuk latihan pagi dimulai pukul 06.30 sedangkan latihan sore mulai 15.30.
''Kalau mereka terlambat satu menit saja, potong gaji Rp 250 ribu,'' lanjutnya. Tak hanya di lapangan, di luar lapangan pemain juga dituntut untuk disiplin. ''Saya mau contoh Niac Mitra, karena itu baik. Buktinya dia bisa juara,'' kelakarnya.
Khusus untuk latihan, ia sangat ingin seluruh pemainnya serius dan tidak main-main. Tak hanya itu, ia juga tak segan untuk mencubit bahkan menempeleng pemainnya yang tertawa ketika melakukan kesalahan.
''Kalau mereka salah lalu mereka masih tertawa saya tempeleng saja. Untung hari ini saya puasa. Saya ingin mereka serius, kalau bisa berani mati demi Persebaya,'' pungkasnya.[sya/ted]
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya (beritajatim.com) - Pelatih anyar Persebaya, Rudy William Keeltjes benar-benar menerapkan kedisiplinan kepada anak buahnya.
Tak tanggung-tanggung, dirinya sampai hati untuk memotong gaji apabila ada pemainnya yang melanggar aturan yang sudah disepakati.
Rudy yang ditemui usai memimpin latihan sore, Senin (1/3/2010) mengatakan, dirinya tadi pagi sudah melakukan pertemuan dengan seluruh pemainnya. Dalam pertemuan itu ada beberapa hal yang sudah disepakati, baik tim pelatih maupun pemain. Dari beberapa kesepakatan itu beberapa hal menyangkut kedisiplinan.
''Saya sudah bertemu dengan pemain. Topik yang kita bicarakan banyak. Saya dengar banyak unek-unek mereka,'' kata Rudy.
Salah satu kesepatakannya adalah, pemain dilarang memasukkan orang asing ke dalam mess. Selain itu, sudah disepakati bahwa jam malam Persebaya adalah pukul 22.30. Kalau terlambat satu menit saja, maka pemain harus rela gajinya dipotong Rp 500 ribu. ''Termasuk pelatih. Nanti saya juga buat jadwal piket untuk pelatih,'' papar Rudy.
Tak hanya itu, saat latihan, pemain juga harus patuh dengan waktu. Untuk latihan pagi dimulai pukul 06.30 sedangkan latihan sore mulai 15.30.
''Kalau mereka terlambat satu menit saja, potong gaji Rp 250 ribu,'' lanjutnya. Tak hanya di lapangan, di luar lapangan pemain juga dituntut untuk disiplin. ''Saya mau contoh Niac Mitra, karena itu baik. Buktinya dia bisa juara,'' kelakarnya.
Khusus untuk latihan, ia sangat ingin seluruh pemainnya serius dan tidak main-main. Tak hanya itu, ia juga tak segan untuk mencubit bahkan menempeleng pemainnya yang tertawa ketika melakukan kesalahan.
''Kalau mereka salah lalu mereka masih tertawa saya tempeleng saja. Untung hari ini saya puasa. Saya ingin mereka serius, kalau bisa berani mati demi Persebaya,'' pungkasnya.[sya/ted]
Subscribe to:
Posts (Atom)